WALAU TERHAMBAT SENGKETA, PT KAI TETAP GENJOT PROYEK DOUBLE DOUBLE TRACK
“WALAU TERHAMBAT SENGKETA, PT
KAI TETAP GENJOT PROYEK DOUBLE DOUBLE
TRACK”
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan tugas yang
diberi Dosen
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila guna menunjang
proses belajar, supaya lebih menambah wawasan.
Penyusun selaku
penulis mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah yang
berjudul “WALAU TERHAMBAT SENGKETA, PT KAI TETAP GENJOT PROYEK DOUBLE DOUBLE TRACK”
Penyusun
menyadari dalam menyusun makalah ini, banyak sekali kekurangan-kekurangan, maka dari itu penulis
selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membantu agar dapat memperbaiki kesalahan penulis yang akan
datang.
Akhir kata
penyusun mengucapkan, semoga tugas ini dapat diterima dan bermanfaat khususnya
bagi kami sebagai penyusun dan juga pembaca pada umumya.
LATAR BELAKANG
Proyek
Double Double Track yang direncanakan pemerintah sejak 2011 ini merupakan
proyek pembangunan infrastruktur sektor transportasi
khususnya jaringan kereta api yang dilaksanakan oleh pemerintah Jokowi-Yusuf
kalla diseluruh wiayah di indonesia merupakan Proyek Mercusuar sebagai jalan
keluar atas ketimpangan pembangunan yang ada selama ini. Didalam Masa
Pemerintahan Jokowi-Yusuf Kalla Kementrian Perhubungan melalui Direktorat
jendral kereta api (DJKA) melanjutkan kembali pembangunan jalur ganda double
double track (DDT) yang sempat tertunda beberapa waktu
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Angkutan Commuter Line ini angkanya mencapai 960 ribu per hari, dan angka ini akan terus naik. Pemerintah menargetkan tahun 2019 mencapai 1,2 juta penumpang per hari. Karena itulah PT KAI selaku pelaksana tugas proyek ini membutuhkan ruang di lahan kita yang ada di Manggarai.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Angkutan Commuter Line ini angkanya mencapai 960 ribu per hari, dan angka ini akan terus naik. Pemerintah menargetkan tahun 2019 mencapai 1,2 juta penumpang per hari. Karena itulah PT KAI selaku pelaksana tugas proyek ini membutuhkan ruang di lahan kita yang ada di Manggarai.
Pembangunan
rel double double track (DDT) Manggarai - Cikarang sepanjang 34,14 kilometer
yang diproyeksikan akan selesai awal tahun 2018 ini kemungkinan akan berjalan
lebih lama, karena adanya konflik sengketa lahan dengan warga Manggarai. Warga
merasa punyak hak atas tanah dan bangunan mereka, karena selalu taat membayar pajak.
Namun
disisi lain, PT KAI akan menertibkan lahan di kawasan Manggarai untuk
merealisasikan Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2011. Luas lahan yang akan
dibebaskan adalah 1.150 meter persegi. Sebelas bangunan, yang terdiri atas 4
hunian di RT 1 RW 12, enam bangunan di RT 2, bengkel dan area parkir, akan
ditertibkan. Namun warga menolak digusur karena mengaku sebagai pemilik lahan.
Hasil
Penelitian
Tepat pukul 14.00, kami mendatangi
Kantor PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta
untuk mencari kejelasan, tepatnya di Stasiun Cikini, Jl Pengangsaan Timur,
Jakarta Pusat. Kami bertemu dengan Pak Ayep, selaku perwakilan Humas PT KAI
DAOP 1. Menurutnya, saat ini kami sudah mengundang 11 warga Manggarai untuk
sosialisasi, bahwa proyek ini bukan untuk pribadi, tapi untuk kepentingan
bersama.” tungkasnya.
Sedang
menurut regulasi direksi PT KAI bahwa untuk mengganti uang per/m2 bangunan permanen 250.000,00 dan untuk non
semi persamen 200.000,00. Namun sebaliknya, warga mintanya 6.000.000 –
10.000.000, dan KAI tidak bisa mengiyakan karena sudah aturan dari pemerintah
seperti itu.
Sampai
saat ini, belum ada kesepakatan yang jelas dan ini masih dalam proses, walaupun
terjadi konflik proyek tetap berjalan, dengan kesepakatan bersama kita cari
titik tengahnya untuk mencari masalahnya.” lanjutnya
Proyek DDT saat ini berjalan
65% seiring dengan adanya konflik, mudah-mudahan bulan september 2017 akan
selesai. Sedang dari pengembangan Manggarai – Cikarang selesai pada tahun 2019 yang akan datang”
ungkap Ayep.
Solusi Jitu guna Kelancaran Proyek
PT KAI selaku
pelaksana tugas diharapkan terus melakukan mediasi secara mendalam dengan 11
warga pemilik lahan. PT KAI juga bisa menghubungi Pemprov DKI guna menampung
warga tersebut untuk pindah ke RUSUN terdekat. Bagi warga Manggarai pun
diharapkan bisa melihat dari sudut pandang lain bahwa proyek ini semata-mata
untuk kepentingan bersama. Toh, jika proyek ini rampung, kita semua bisa
sama-sama merasakan manfaatnya bukan ?
Terkait Kesepakatan Biaya
Terkait
kesepakatan biaya dengan 11 warga Manggarai, PT KAI tetap patuh sesuai aturan
yang ada dengan ganti lahan Rp 250.000/m2 untuk bangunan permanen, dan Rp 200.000/m2 untuk bangunan semi permanen. Sedang warga menganggap
ganti rugi lahan tersebut sangatlah murah.
Komentar
Posting Komentar