Artikel Energi Dari Bumi
BAB I
PENDAHULUAN
Bumi adalah salah satu planet yang
mempunyai energi panas yang sangat banyak di antara planet lainnya. Karena Bumi
tempat kita tinggal ini sangat berpotensi sekali terhadap energi-energi yang
terkandung dalam isi perut bumi. Dan disini saya akan menjelasakan tentang
“Energi Dari Bumi”. Mudah – mudahan dengan penjelasan saya ini mudah dimengerti
dan dipahami oleh pembaca.
BAB
II
PEMBAHASAN
Kita semua sedang berdiri di atas
permukaan ketel raksasa. Ribuan kilometer di bawah kaki kita, energi yang
dilepaskan oleh peluruhan unsur – unsur radioaktif yang terjadi secara alamiah
menjaga bagian dalam planet kita pada suhu 7.000oC (12.600oF).
Keberadaan reservoirpanas yang besar tersebut dapat dibuktikan ketika batuan
yang meleleh (magma) disemburkan secara vulkanis melalui sebuah celah di kerak
Bumi yang padat, dan air panas dan uap air muncul ke permukaan sebagai mata air
panas dan geyser.
Manusia telah memanfaatkan energi
bebas dari Bumi (energi geotermal) selama berabad – abad. Orang romawi
mengalirkan uap air dari bawah tanah untuk menghangatkan rumah mereka, dan
energi geotermal digunakan untuk menghangatkan rumah, kantor, dan pabrik di
berbagai kota seperti Reykjavik, Islandia. Potensi yang nyata dari energi
geotermal terwujudkan ketika uap bawah tanah digunakan untuk membangkitkan
listrik. Pembangkit listrik tenaga geotermal pertama disiapkan pada tahun 1913
di Laderello, Italia Utara, dan sekarang energi geotermal termasuk yang paling
menjanjikan dari seluruh sumber yang dapat diperbaharui.
Di AS energi geotermal menghasilkan
2.850 MW tenaga hamper 4 kali dari yang dihasilkan oleh gabungan energi angin
dan energi Matahari dan pembangkitkan listrik tenaga geotermal terbesar di
Geyser, California menghasilkan cukup energi bagi kota San Fransisco dan
Oakland. Panas yang berasal dari dalam Bumi menembus seluruh permukaan planet,
tetapi hanya ada beberapa tempat di mana panas itu cukup terkonsentrasi untuk
dipanen pada skala ekonomis. Tempat – tempat ini cenderung berada di daerah di
mana batuan semi cair dari mantel naik menembus kerak Bumi sekitar 1.6 km (1
mil) dari permukaan untuk menghasilkan sebuah “hot spot”.
Untuk memanen panas dapat mengebor
menembus kerak Bumi menuju magma, dan memompa air menembus batuan meleleh yang
panas untuk memeras energinya, tetapi cara langsung tersebut agak berbahaya
karena lava dapat menyembur melalui lubang pengeboran. Dalam praktiknya, energi
geotermal yang paling komersial diperas dari air bawah tanah yang telah
terpanaskan sampai bersuhu diantara 150oC (300oF) dan 250oC
(480oC) dan diuapkan oleh magma. Uap tersebut digunakan untuk
menggerakan turbin dan generator seperti pada pembangkit tenaga listrik yang
biasa. Jika akuifer yang mudah ditangani tidak berada di atas sebuah hot spot,
sebuah reservoir bawah tanah buatan dapat dibuat dengan memompa air kedalam
celah batuan , penyaluran uap kembali ke permukaan memeras panas dari
kedalaman.
Cincin api adalah lelehan batuan yang
panas mendekati permukaan Bumi dimana lempeng – lempeng kerak Bumi bertemu (merah).
Generator bumi energi geotermal dapat diambil di mana pun lelehan batuan
mendekati permukaan Bumi dan memanaskan air di dalam sebuah ekuifer.
BAB
III
PENUTUP
Dari semua penjelasan di atas bahwa
bumi banyak sekali manfaatkan bagi manusia, tetapi pergunakan energi secukupnya
agar anak cucu kita bisa menikmati hasil dari bumi kita ini.
BAB
IV
DAFTAR
PUSTAKA
WalisiewiczMarek, 2010,
Energi Dari Bumi, Jakarta, Erlangga (Hal 57-59)
Komentar
Posting Komentar